Rabu, 10 Juni 2009

The Pythagorean Theorem


Pythagoras, bagi siapa yang terkenal theorem bernama, hidup pada abad 6. SM di pulau Samos di Laut Aegean, di Mesir, di Babel dan di selatan Italia. Pythagoras was a teacher, a philosopher, a mystic and, to his followers, almost a god. Pythagoras adalah seorang guru, seorang filsuf, seorang mistik dan kepada pengikutnya, hampir Tuhan. His thinking about mathematics and life was riddled with numerology. Ia berpikir tentang matematika dan kehidupan adalah riddled dengan ilmu berhitung.
The Pythagorean Theorem exhibits a fundamental truth about the way some pieces of the world fit together. The Pythagorean Theorem pameran kebenaran yang mendasar tentang cara beberapa lembar dunia bertaut. Many mathematicians think that the Pythagorean Theorem is the most important result in all of elementary mathematics. Banyak mathematicians berpikir bahwa Pythagorean Theorem adalah hasil yang paling penting dalam semua dasar matematika. It was the motivation for a wealth of advanced mathematics, such as Fermat's Last Theorem and the theory of Hilbert space. Itu adalah motivasi bagi banyak matematika lanjutan, seperti Terakhir Fermat's Theorem dan teori ruang Hilbert. The Pythagorean Theorem asserts that for a right triangle, the square of the hypotenuse is equal to the sum of the squares of the other two sides: a 2 + b 2 = c 2 The Pythagorean Theorem untuk menegaskan bahwa segi tiga siku-siku, yang persegi dari hipotenusa sama dengan jumlah kotak yang lainnya dari dua sisi: a 2 + b 2 = c 2
The figure above at the right is a visual display of the theorem's conclusion. Angka di atas di sebelah kanan adalah visual dari theorem dari kesimpulan. The figure at the left contains a proof of the theorem, because the area of the big, outer, green square is equal to the sum of the areas of the four red triangles and the little, inner white square: Angka di sebelah kiri berisi bukti theorem, karena daerah yang besar, luar, kotak hijau adalah sama dengan jumlah bidang empat triangles merah dan kecil, batin putih persegi:
c 2 = 4( ab /2) + ( a - b ) 2 = 2 ab + ( a 2 - 2 ab + b 2 ) = a 2 + b 2 c 2 = 4 (ab / 2) + (a - b) 2 = 2 ab + (a 2 - 2 ab + b 2) = a 2 + b 2

Lingkaran


Sebuah lingkaran yang sederhana adalah bentuk dari Euclidean geometry terdiri dari orang-poin di dalam pesawat yang sama jarak dari suatu titik yang disebut pusat. The common distance of the points of a circle from its center is called its radius . Umum dari jarak poin dari lingkaran dari pusat disebut dengan radius.
Circles are simple closed curves which divide the plane into two regions, an interior and an exterior. Lingkaran tertutup yang sederhana Curves yang membagi pesawat ke dalam dua wilayah, sebuah interior dan eksterior. In everyday use, the term "circle" may be used interchangeably to refer to either the boundary of the figure (known as the perimeter ) or to the whole figure including its interior. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah "lingkaran" interchangeably dapat digunakan untuk mengacu ke perbatasan baik dari angka (dikenal sebagai garis) atau ke seluruh angka termasuk interior. However, in strict technical usage, "circle" refers to the perimeter while the interior of the circle is called a disk . Namun, dalam penggunaan teknis ketat, "lingkaran" merujuk pada garis sedangkan bagian dalam lingkaran disebut disk. The circumference of a circle is the perimeter of the circle (especially when referring to its length). Yang keliling dari lingkaran adalah garis dari lingkaran (khususnya ketika merujuk nya panjang).
A circle is a special ellipse in which the two foci are coincident. J lingkaran adalah khusus elips di mana dua foci yang serupa. Circles are conic sections attained when a right circular cone is intersected with a plane perpendicular to the axis of the cone. Lingkaran yang berbentuk kerucut bagian dicapai apabila hak circular cone adalah dengan pesawat intersected tegak lurus dengan sumbu dari kerucut.

Poligon


In geometry a polygon (pronounced /ˈpɒlɪɡɒn/) is traditionally a plane figure that is bounded by a closed path or circuit, composed of a finite sequence of straight line segments (i.e., by a closed polygonal chain). Dalam geometri sebuah polygon (diucapkan / pɒlɪɡɒn /) secara tradisional sebuah pesawat gambar yang bounded by a closed circuit atau jalan, terdiri dari urutan terbatas lurus baris segmen (yaitu, dengan ditutup polygonal rantai). These segments are called its edges or sides , and the points where two edges meet are the polygon's vertices or corners . Segmen dipanggil atau pihak yang ujung-ujungnya, dan dua poin di Tepi memenuhi adalah poligon vektor atau dari sudut. The interior of the polygon is sometimes called its body . Bagian dalam kadang-kadang disebut poligon tubuhnya. A polygon is a 2-dimensional example of the more general polytope in any number of dimensions. J poligon adalah contoh 2-dimensi yang lebih umum polytope dalam jumlah dimensi.
The word "polygon" derives from the Greek πολύς ("many") and γωνία (gōnia), meaning "knee" or "angle". Perkataan "poligon" berasal dari Yunani πολύς ( "banyak") dan γωνία (gōnia), yang berarti "lutut" atau "sudut". Today a polygon is more usually understood in terms of sides. Today poligon yang biasanya lebih dipahami dalam hal pihak.
Usually two edges meeting at a corner are required to form an angle that is not straight (180°); otherwise, the line segments will be considered parts of a single edge. Biasanya ujung-ujungnya dua pertemuan di pojok yang diperlukan untuk membentuk sebuah sudut yang tidak lurus (180 °); jika tidak, baris segmen akan dianggap satu bagian dari tepi.
The basic geometrical notion has been adapted in various ways to suit particular purposes. Dasar geometris gagasan telah disesuaikan dalam berbagai cara untuk memenuhi tujuan tertentu. For example in the computer graphics (image generation) field, the term polygon has taken on a slightly altered meaning, more related to the way the shape is stored and manipulated within the computer. Misalnya di komputer grafis (image generation) bidang, istilah poligon telah diambil pada makna yang sedikit diubah, lebih berkaitan dengan cara membentuk dimanipulasi dan disimpan di dalam komputer.

Selasa, 09 Juni 2009

Teknologi Informasi

Frase "Teknologi Informasi" jika dilihat dari susuannya terdiri dari kata teknologi dan informasi. Oleh sebab itu teknologi informasi merupakan hasil rekayasa manusia terhadap terhadap penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan:
* lebih cepat
* lebih luas sebarannya, dan
* lebih lama penyimpanannya.

Agar lebih mudah memahaminya mari kita lihat perkembangan di bidang teknologi informasi. Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.

Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan jaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.

Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.

Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, tv, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.

Jumat, 29 Mei 2009

Tugas Bahasa Indonesia

TUGAS BAHASA INDONESIA

AMPK 113

TUGAS AKHIR SEMESTER

DOSEN PENGASUH :

Rusma N., S.Pd, M.Pd

OLEH :

M. Laili Kadri

NIM : A1C108048

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

BANJARMASIN

2008

Binar Edisi sabtu, 20 Desember 2008

Pembawa acara : Maudy Koesnadi

Narasumber : Ibu Mety

Tema : Penghubung intra kalimat

Awal pembicaraan dimulai dengan adanya seorang wania yang memberitahukan kepada narasumber bahwa ia mendapat tugas bahasa Indonesia dari guru di sekolahnya. Tugas tersebut adalah dengan menyaksikan fragmen yang terdapat didalam kepingan CD yang dibagikan kepada masing-masing kelompok. Kemudian Ibu Mety selaku narasumber ingin melihat Fragmen yang terdapat dalam keping CD tersebut, yang isinya sebagai berikut :

A : ”Rendy...”

B : “Apa bicara sama kamu?.”

A : “Ada apa Ren?

B : “Aku tidak percaya dan tidak menduga bahwa kamu mengikuti kelompok Band Asep, dan kalian mewakili sekolah, Asep telah berhasil mengalahkanku dan dia juga telah berhasil mengambil pemain gitarku.”

A : “maaf Ren aku tak bermaksud.”

B : “Apa yang ada ditanganmu?”

A : “Formulir....”

B : “Formulir lomba cipta kreasi lagu, mana?!”.

A : “Tunggu Ren!”.

B : “Mana kasetnya !”.

A : “Yah kasetnya..., kertasnya robek”

B : “emm...robekan kertas yang sejak tadi kamu genggam ini ternyata formulir?!.”

A : “celaka...gara-gara kamu kertas ini robek sehingga tidak terbaca. Kaset rekaman kami pun pecah.Bagaimana Ren. Aku harus memberikan kepada panitia sekarang juga.”

B : “oh! Kamu menyalahkan aku....!”

A : “Tentu saja, siapa yang merebut! Aku sudah mempertahankannya, tetapi kamu malah memaksa, aku bakal celaka Ren kalau Asep mengetahui kertas ini robek dan kasetnyapun pecah.”

B : “Huh ternyata kamu berani padaku. Tetapi takut pada Asep!”

A : “sudahlah, aku mau pulang dan memperbaiki kaset ini agar bisa didengarkan kembali.Mana robekan kertasnya?, aku juga harus menyambungnya.”

B : “Kalau begitu bilang dulu pada Asep”.

A : “Bilang apa?”.

B : “Kamu batal menjadi pemain gitarnya, karena kamu memilih bergabung dengan grupku”.

A : “Ah gila, apa maksudmu Ren!. Aku juga turut andil dalam mengaransemen lagu Asep untuk lomba, mana bisa aku keluar dai grupnya.”

B : “Oh dulu siapa pertama kali yang mengajakmu masuk ke grup band ?!.”

A : “Aku ingat Ren...memang kamu yang mengajakku pentas dari sekolah-sekolah sehingga aku punya banyak pengalaman bermain gitar dipanggung.”

B : ”Lantas kenapa sekarang kamu memihak Asep?!”

C :”Aryo!”

B :”Asep?!”,apa kabar,Yo?”

………………………………………………………………………………………………

Didalam bahasa tulis diatas, kita dapat mengetahui penghubung intra kalimat selalu terletak didalam kalimat, posisinya terdapat ditengah kalimat, penghubung intra kalimat tersebut tidak pernah diletakkan di awal, kecuali “karena”.dimana kata penghubung itu berfungsi menghubungkan unsur-unsur kalimat didalamnya.

Kita dapat mengambil kesimpulan dari fragmen intra kalimat diatas, bahwa penghubung intra kalimat terdiri dari : dan, karena, sehingga, yang, kalau, agar, dan tetapi. kata intra kalimat tersebut tidak boleh diletakkan diawal kalimat, kecuali pada anak kalimat.contohnya sebagai berikut :

  1. Karena

Contoh:

Karena saya sibuk, saya tidak dapat menghadiri undangan perpisahan”.

( pada kalimat karena saya sibuk sebagai anak kalimat mendahului induk kalimat)

  1. Yang

Contoh :

yang” ada ditanganmu apa?”

  1. Sehingga

Contoh :

”gara-gara kamu kertas ini robek. Sehingga kertas ini tak terbaca”.

( kalimat tersebut juga bukan penghubung intra kalimat, hal tersebut disebabkan karena kalimat tersebut tidak dalam satu kalimat, bukan dipenggal)

  1. Tetapi

(jika diletakkan diawal kalimat maka kata ”tetapi” tersebut kita beri tambahan ”akan” sehingga menjadi ” akan tetapi” atau ” namun”).

Note:

Agar dan karena

(boleh diletakkan didepan kalimat jika penggunaannya sebagai anak kalimat dan bukan sebagai induk kalimat hal tersebut dapat dilihat pada fragmen di atas)

Anekdot :

A : “Masalah ini saya harus minta nasehat pada siapa ya bu?”

B : “Saya rasa hanya bu Haji Yusuf saja”

A : “Bu haji Yusuf yang pengurus pengajian RW kita itu?”

B : “Betul, beliau itukan dituakan di kampung sini, dia sudah banyak makan asam garam jadi lebih bijaksana.”

A : “oh ia ya bu, kalau orang banyak makan asam garam itu biasanya lebih tegar menghadapi hidup ini?.”

...............................................................................................................................................

2 hari kemudian

A : “Bu Bayah dari mana?”

B : “Saya baru selesai dari puskesmas........”

A : “Kenapa gitu?”

B : “Ini saya mules-mules, buang-buang air terus.”

A : “Ah, mungkin salah makan”

B : “Ih tidak mungkin, saya tuh kemarin ngikutin kata-kata Ibu Yana.”

“iya 2 hari yang lalu,................akan kuat menghadapi kehidupan ini”

B : “Iya, betul memang begitu lantas?”

A : ”Iya, lantas saya banyak-banyak makan asam dan garam 3x sehari bu, kadang-kadang saya makannya lebih 3x sehari. Eh bukannya saya tegar menghadapi hidup saya malah jadi begini.Duh saya mules lagi, yah maaf ya ibu-ibu yah.”

B :” lekas sembuh ya bu.....”

………………………………………………………………………………………………

Tambahan :

Dari abekdot tersebut terdapat kata beridiom yaitu “makan asam garam” yang maksunya adalah banyak pengalaman, ternyata terjadi kesalahpahaman yaitu memakan asam dan garam yanng sesungguguhnya.

Acara tersebut ditutup dengan dibawakannya sebuah lagu yang sangat indah dengan judul negri di awan.

Negri diawan

Dibayang wajahmu

Kutemukan kasih dan hidup

Yang lama telah aku cari

Dimasa lalu

Kau datang padaku

Kau tawarkan hati nan lugu

Selalu mengerti hasrat dalam diri

Kau mainkan untukku

Sebuah lagu

Tentang negri diawan

Dimana kedamaian menjadi istananya

Yang kini...telah...

Kau bawa aku menuju kesana

Ternyata hatimu penuh dengan bahasa kasih

Yang terungkapkan dengan pasti

Dalam suka dan sedih

Komentar :

Menurut saya, tayangan BINAR tersebut memberikan sebuah pelajaran berbahasa yang menyadarkan kita akan pentingnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar serta sesuai dengan kaidah EYD.

Pada tayangan tersebut diceritakan tentang ketidak pahaman kebanyakan siswa saat ini terhadap penggunaan kata penghubung yang benar. Tidak semua orang mengetahui kata-kata yang digunakan sebagai penghubung intra kalimat, dimana dalam penggunaannya kata-kata tersebut tidak boleh diletakkan diawal kalimat. Namun jika diletakkan diawal kalimat kata penghubung intra kalimat tersebut hanya berperan sebagai anak kalimat bukan sebagai induk kalimat.

Penggunaan kata penghubung antara lisan dan tulisan pun berbeda. Dalam bahasa tulis kebanyakan digunakan ditengah kalimat. Meskipun ada beberapa yang diletakkan diawal kalimat seperti ”karena”.

Selain itu penggunaan kata ”dan”,bahwa lalu ”dan” lagi itu menggunakan kata ”dan” lebih dari satu dalam suatu kalimat adalah kesalahan termasuk menggunakan kata ”dan” diawal kalimat tidak baku karena penggunaan kata penghubung tersebut dalam penggunaannya ditengah kalimat bukan diawal kalimat.

Sehingga kita harus bisa membedakan kata penghubung intra kalimat, anak kalimat, penggunaan diawal dan ditengah kalimat. jika menggunakan tambahan ”akan” sehingga menjadi ”akan tetapi”.Jadi, melalui tayangan tersebut kita dapat mempelajari dan mengasah kemampuan berbahasa yang baik dan benar